Hubungan kejadian bullying dengan phobia social pada remaja Kelas XI SMAN 1 Banguntapan Bantul Yogyakarta
The relationship between bullying incidents and social phobia in grade xi adolescents of SMAN 1 Banguntapan Bantul Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.66689/csjpk.vi.114Keywords:
bullying, fobia sosial, remajaAbstract
Latar belakang: Bullying merupakan pengalaman yang traumatis bagi remaja, terutama ketika terjadi dalam jangka panjang. Hal ini dapat menyebabkan ketidakberdayaan, keputusasaan, kecemasan sosial dan depresi akibat kurangnya strategi penanggulangannya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian bullying dengan phobia social pada remaja di SMAN 1 Banguntapan, Bantul.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik Analisa yang digunakan adalah uji korelasi Kendall’s Tau. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMAN I Banguntapan sebanyak 252 dengan sampel sebanyak 155 siswa yang diambil menggunakan rumus slovin dan proportional sampling. Derajat kemaknaan yang digunakan adalah nilai p<0,05.
Hasil: Mayoritas responden mengalami tingkat bullying rendah (51,6%) dan phobia social ringan (47,7%). Hasil uji statistic menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara bullying dan phobia social dengan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) dan nilai korelasi r = 0,274, yang menunjukan hubungan positif lemah antara keduanya.
Kesimpulan : Terdapat hubungan positif yang signifikan antara bullying dengan phobia social (nilai p = 0,001/ nilai p< 0,05), semakin tinggi tingkat bullying, semakin tinggi pula kecendrungan seseorang mengalami phobia social.











