Pengaruh pelatihan RJP korban tenggelam terhadap keterampilan karyawan di SKE City Park
The effect of drowning victim plan training on employee skills at SKE City Park
Keywords:
keterampilan, pelatihan, RJP, tenggelam, wisata airAbstract
Latar belakang: Tenggelam merupakan kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja, terutama di tempat wisata air seperti kolam renang. Penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan agar nyawa korban dapat diselamatkan. Sayangnya, tidak semua karyawan di lokasi wisata memiliki keterampilan yang memadai dalam memberikan pertolongan pertama seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Tujuan: Mengetahui pengaruh pelatihan RJP korban tenggelam terhadap keterampilan karyawan di SKE City Park.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di SKE City Park Yogyakarta pada mei 2025. Populasi berjumlah 33 karyawan, dengan teknik total sampling sehingga semua populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist observasi keterampilan RJP. Intervensi berupa pelatihan RJP dilakukan oleh instruktur bersertifikat BTCLS melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung menggunakan phantom manekin.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan Resusitasi Jantung Paru (RJP) karyawan SKE City Park meningkat signifikan, dari 54,5 sebelum pelatihan menjadi 75,8 setelah pelatihan. Peningkatan ini mengubah status mayoritas karyawan ke kategori terampil dan sangat terampil. Perbedaan yang signifikan antara keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan dikonfirmasi oleh Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai signifikansi sebesar p = 0,001.
Simpulan: Pelatihan RJP yang diberikan kepada karyawan SKE City Park efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi situasi darurat tenggelam.